Alam
Semesta atau jagat raya dapat dipahami dengan konsepsi ilmiah,
filosofis dan religius. Konsepsi ilmiah bersifat partikular dan
spesifik. Karena keterbatasannya, konsepsi ilmiah saja tidak cukup untuk
memahami alam semesta. Diperlukan konsepsi lain, tentunya. Konsepsi
filosofis bersifat universal dan internal. Meskipun konsepsi filosofis
dapat memahami alam semesta dengan universal (menyeluruh), namun
sifatnya yang internal (murni spekulasi akal) bisa saja disubyektivikasi
oleh beberapa subyek tertentu. Olehnya itu diperlukan konsepsi religius
untuk dapat memahami alam semesta secara menyeluruh dan eksternal.
Konsepsi religius yang bersifat eksternal merupakan konsepsi tentang
alam semesta yang berasal dari luar diri manusia, yaitu wahyu Tuhan.
Ketiga konsepsi di atas, jika dikombinasikan dapat melahirkan suatu
konsepsi paripurna tentang alam semesta.
Organisasi Studi dan Aktualisasi Pancasila