Tampilkan postingan dengan label Hakqul Fattah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hakqul Fattah. Tampilkan semua postingan
Eksistensi Jamu dalam Konteks Korporasi Farmasi di Indonesia
Kamis, 10 Maret 2016 by Unknown in Label:



Asssalamualaikum wr wb.,

Dalam dokumen kebijakan obat tradisional (kotranas) tahun 2006,tercatat ada 30.000 tumbuhan yang teridentifikasi di negeri ini,7.500 diantaranya tergolong tanaman obat (kotranas,2006). Sementara dalam hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (susensi) 2001,tercatat sebanyak 57,7 persen penduduk indonesia melakukan pengobatan sendiri tanpa bantuan medis,31,7 persen diantaranya menggunakan tumbuhan obat teradisional,dan 9,8 persen  memilih tatat pengobatan lainya.

Data ini bisa ditafsirkan sebagai masih rendahnya keaandalan pelayanan medis yang tersedia.Tapi disisi lain angka tersebut menunjukan potensi besar yang dimiliki industri jamu nasionalSetidaknya data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguatkanya.Sampai tahun 2002,ada 1,012 usaha obat tradisonal yang berisin industri (105 skala besar dan 97 skala kecil).Di tahun 2008,industri jamu nasional mencatat omset senilai 8 triliun.Pertumbuhan industri jamu memenag tergolong pesat,yakni mencapai 20% pertahunya ,dengan jumlah serapan tenaga kerja 10 juta orang.Dengan bahan baku seluruhnya produksi dalam negeri,industri jamu adalah slah satu industri nasional yang terbukti tahan banting dari terjangan krisis ekonomi.

Masa Gelap Pancasila
Jumat, 20 November 2015 by Unknown in Label:


                Lima tahap perkembangan  masyarakat dikemukakan oleh Bung Karno sekitar 1950-an di istana Negara. Pertama tingkat pertumbuhan masyarakat yang hidup dalam gua. Kedua ,tingkat kehidupan masyarakat yang hidup dari hasil perburuan. Ketiga, tingkat pertumbuhan masyarakat yang hidup dari hasil aktivitas bercocok tanam. Keempat, tingkat pertumbuhan masyarakat dari aktivitas kerajinan. Kelima, tingkat kehidupan masyarakat industri. Perubahan cara hidup masyarakat dari aktivitas bercocok tanam dan kerajinan menuju masyarakat industri sangat dipengaruhi oleh perjalanan laut yang dilakukan oleh Vasco da Gama (8 Juli 1497) dan Christopher Columbus pada abad ke-15.

Revolusi Industri di Eropa, Kolonialisme dan Kapitalisme

                Peran dan daya kerja modal pada tahap kelima telah membuat perdagangan di Eropa pada abad ke 15 M berkembang pesat. Dalam rangka inilah, para industrialisasi bangsa-bangsa Eropa bertingkah seperti anak-anak penyu yang baru keluar dari sarang penetasnya. Ramai-ramai berlari mencapai pantai guna menceburkan diri ke samudra untuk mencapai penjajahan negeri-negeri yang masyarakatnya masih bersandar pada sepasang telapak tangan dan kakinya dalam memproduksi segala keperluan hidupnya.